SISTEM AUDIT LINGKUNGAN, EFEKTIVITAS KINERJA AUDIT LINGKUNGAN DAN BIAYA PENCENGAHAN AUDIT LINGKUNGAN PADA SEKTOR MAKANAN
Abstrak
Perkembangan industri dan ekonomi global telah membawa isu keberlanjutan lingkungan ke garis depan prioritas korporasi, tidak terkecuali di Indonesia. Tekanan dari regulator, investor, dan masyarakat sipil menuntut perusahaan besar untuk tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan (ESG - Environmental, Social, and Governance).. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif yang bersifat eksploratif dan interpretatif, berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial—khususnya yang terkait dengan manajemen lingkungan, audit, dan reputasi perusahaan. Pengumpulan data pada studi ini berfokus pada data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber otoritatif dan relevan, seperti artikel ilmiah, jurnal akademik, publikasi resmi lembaga pemerintah (misalnya regulasi dari KLHK), laporan keberlanjutan perusahaan, dan hasil penelitian terdahulu oleh para ahli di bidang akuntansi lingkungan dan teori organisasi. Sistem Audit Lingkungan (SAL), Efektivitas Kinerja Audit Lingkungan, dan Biaya Pencegahan Audit Lingkungan secara kolektif memiliki pengaruh positif dan integratif terhadap Reputasi Perusahaan. SAL memberikan legitimasi kognitif, Efektivitas. SAL memberikan legitimasi kognitif, Efektivitas Kinerja memberikan bukti ketaatan yang kredibel, dan Biaya Pencegahan menunjukkan komitmen etis proaktif. Ketiga elemen ini bekerja sinergis dalam memenuhi "kontrak sosial" dan tuntutan Teori Stakeholder.